DESKRIPSI
Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan

Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang yang lahir sejak tahun 2011, resmi mendapatkan SK Prodi dari Dirjen Pendidikan Tinggi pada pertengahan Oktober 2014. Sehubungan dengan turunnya SK tersebut, Mahasiswa Prodi ini berupaya untuk mendirikan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Yang bertujuan sebagai jaring aspirasi dan edukasi Mahasiswa. Melalui Panitia Pembentkan Himpunan Ilmu Perpustakaan (PPHIP) yang dikoordinatori oleh M. Andika Rizqi Fauzi, Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan mulai melalukan tahap lobying ke Lembaga Kedaulatan Mahasiwa ( LKM ) FIA dan pihak dekanat. Resmi pada tanggal 22 Desember 2014, semua persetujuan pembentukan himpunan dari berbagai pihak didapatkan.

Sebagai tindak lanjut pembentukan himpunan, Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan menyelenggarakan Musyawarah Besar Ilmu Perpustakaan. Kegiatan tersebut membahas dan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, merumuskan Rencana Program Jangka Menengan dan Rencana Program Jangka Pendek ( RPJM - RPJP ), menetapkan nama dan logo himpunan, serta memilih Ketua Umum Himpunan. Musyawarah Besar ini dilaksanakan pada tanggal 10-11 Januari 2015 di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Hari itu pula, resmi ditetapkan nama himpunan yaitu HMPIP, sebagai singakatan dari Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan

Filosofi Logo

Bentuk logo mengarah kepada penganalogian arti dari kepanjangan HMPIP itu sendiri, yakni:

1.       Bentuk alas berupa buku yang diasosiasikan sebagai perpustakaan. Landasan dasar bidang pendidikan.

2.       Bentuk tiang yang merupakan tugu Kota Malang menegaskan bahwasannya himpunan ini berdiri di Kota Malang.

3.       Bentuk lup (kaca pembesar) diasosiasikan sebagai ilmu. Yang kemudian di bawahnya terdapat salah satu bagian dari buku yang berwarna abu-abu, warna yang identik dengan Fakultas Ilmu Administrasi. Intinya adalah hubungan antara ilmu/pencarian ilmu pada Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

4.       Bentuk tiga orang yang saling berpegangan tangan diasosiasikan sebagai mahasiswa yang saling membantu dalam proses penimbbaan ilmu. Kemudian dasar salah satu bentuk buku berwarna kuning berada di bawahnya. Warna kuning dipilih karena warna kuning itu sendiri secara arti dapat diasosiasikan dengan optimisme, intelektualitas kependidikan, keindahan, kepercayaan diri, kehangatan, fleksibilitas, dan intuisi. Sehingga jika diartikan secara keseluruhan, diharapkan adanya mahasiswa yang mempunyai karakteristik sesuai dengan warna kuning tersebut dalam saling bantu-membantu menimba ilmu perpustakaan. Untuk menunjukkan adanya hubungan antara ilmu perpustakaan dengan mahasiswa dalam logo tersebut adalah dengan bentuk ganggang lup yang berada di area buku yang terdapat simbol orang.

5.       Teks HMPIP menggunakan font “Lucida Bright” yang tergolong dalam tipe serif. Selain terkesan elegan, tipe serif sangat sering digunakan dalam media cetak yang di atasnya terdapat teks panjang seperti buku dan koran. Hal ini karena tipe serif diyakini lebih nyaman dan tidak membuat mata cepat lelah saat membaca karena terdapat tipe serif/kait yang membuat teks terlihat rapi sehingga mudah untuk dibaca. Maka dari itu, diharapkan sifat tersebut dapat masuk dalam HMPIP itu sendiri.

6.       Adanya teks/tagline kepanjangan sebagai penjelas, dan di bawahnya terdapat teks/tagline Universitas Brawijaya sebagai keterangan bahwasanya HMPIP berada dalam lingkungan Universitas Brawijaya