SUPERMAN VOL 4: Pertumbuhan Start-Up Company

SUPERMAN VOL 4: Pertumbuhan Start-Up Company

Artikel Superman Vol. 4

Departemen PSDA, Divisi Riset HMPIP FIA UB telah menyelenggarakan salah satu program agendanya yaitu SUPEMAN EPS 4 dengan tema “Pertumbuhan Start Up Company di Masa Pandemi COVID-19 pada Era Transformasi Digital” yang diselenggarakan pada 30 Juni 2021. Narasumber dari acara ini yaitu Irfan Syahrullah Lukum. Start-up atau perusahaan rintisan merupakan perusahaan yang mengarah ke bidang teknologi ataupun digital dimana startup sendiri memiliki visi misi di awal perusahaan mereka untuk mendapatkan investor sebanyak – banyaknya untuk memperluas bisnis mereka dengan cara mempresentasikan model bisnis mereka kepada angel investor supaya perusahaan mereka bisa berkembang. Berbeda dengan unicorn, yaitu perusahaan yang sebenarnya masih bisa disebut dengan start-up namun mereka sudah mencapai level terbaru dan sudah dipercaya konsumen dan pemegang saham dari investor yang mereka dapatkan dari hasil inovasi yang berguna bagi konsumen dan juga tepat sasaran.

Perusahaan ini sangat digemari oleh masyarakat luas terutama dalam hal memenuhi kebutuhan mereka dikarenakan di jaman digital ini dimana semua bisa didapatkan secara praktis dan efisien, tentu mereka akan sangat senang dengan hadirnya start-up ini, selain itu yang memang ditonjolkan oleh perusahaan start-up ini adalah keefektifannya. Seperti contohnya ketika ingin membeli pulsa atau kuota internet dulu sebelum ada e-commerce pastinya kita akan menuju ke warung atau tempat penjualan pulsa terdekat dan tentunya itu memakan waktu yang cukup banyak dikarenakan jarak, akan tetapi di jaman yang canggih ini dengan hadirnya perusahaan start-up jika ingin membeli pulsa internet cukup dengan 1 klik atau yang tadinya terdapat 10 tahap maka akan diperkecil menjadi 2 tahap saja. Hal ini lah yang memang diharapkan oleh penyedia jasa mengenai kefektifan yang akan diberikan kepada pengguna.

Selain itu faktor lainnya adalah potongan harga seperti diskon besar – besaran, cashback dll. Dimana ini merupakan strategi mereka untuk mendapatkan customer sebanyak – banyaknya dan yang paling penting adalah inovasi yang ditawarkan itu pas dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Diluar itu, ada dua hal yang penting dalam perusahaan start-up berbasis teknologi dalam penawarannya kepada masyarakat yaitu pelayanan dan keamanan. Dari segi pelayanan sendiri memiliki arti bagaimana sebuah perusahaan dapat mengatasi masalah yang ada pada customer sehingga customer akan merasa puas dan dapat mempercayai perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan teknologi terutama e-commerce tentunya memuat semua data – data customer, disinilah keamanan bekerja. Bagaimana sebuah perusahaan itu dapat memberikan keamanan yang ketat terhadap data – data customernya sehingga minim terjadinya kebocoran data.

Di jaman yang serba canggih ditambah dengan keadaan pandemi, ternyata insight perusahaan e-commerce meningkat dibandingkan tahun tahun sebelum ada pandemi. Hal ini menimbulkan suatu trigger dimana orang – orang mau tidak mau harus paham dunia daring dan itu akan terus meneru digemari dan menjadi kebiasaaan. Situasi ini juga dapat memberikan ancaman kepada perusahaan itu sendiri seperti pandemi sekarang obat – obatan harganya melonjak tinggi sehingga risiko yang terjadi adalah penurunan pembelian yang bisa berdampak buruk terhadap perusahaan. Baiknya adalah, keadaan seperti ini  memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha atau UMKM sehingga peluang mereka dapat menyebarluas ke semua pelosok di indonesia tanpa terhalang jarak.

Manajemen risiko dalam suatu perusahaan sangat diperlukan karena disata kita membangun sebuah bisnis pasti akan selalu ada risko entah itu membahayakan atau tidak. Sehingga tugas seorang risk management specialist adalah menjaga level risiko itu agar tetap berada di taraf yang aman. Terdapat klasifikasi risiko dan seorang risk management specialist dituntut untuk bisa memelihara risiko dengan baik sehingga tidak semua risiko dapat dihindari. Salah satu contoh nya adalah muncul istilah fraudster yaitu seseorang yang melakukan tindak kecurangan atau ilegal untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dalam kasus ini, risk management harus mencari cara bagaimana fraudster ini tidak mengambil keuntungan dari promo – promo yang ada. Terdapat proses memetakan risiko, melakukan pengawasan risiko dan setelah itu risiko tersebut dapat dievalusai sampai risko berada pada titik yang dimau, di dalam dunia risk management proses ini disebut dengan risk assesment.

Artikel Keseluruhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *